Kefardhuan Membaca Al-Fatihah dalam Shalat

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

Allah SWT berfirman, “… maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari al-Qur`an.” [QS. al-Muzzammil: 20]

Pada ayat lain disebutkan, “Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur`an yang agung.” [QS. Al-Hijr: 87]

عَنْ أَبِي سَعِيدِ بْنِ المُعَلَّى، قَالَ: مَرَّ بِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أُصَلِّي، فَدَعَانِي فَلَمْ آتِهِ حَتَّى صَلَّيْتُ ثُمَّ أَتَيْتُ، فَقَالَ: مَا مَنَعَكَ أَنْ تَأْتِيَنِي؟ فَقُلْتُ: كُنْتُ أُصَلِّي، فَقَالَ: أَلَمْ يَقُلِ اللَّهُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي القُرْآنِ قَبْلَ أَنْ أَخْرُجَ مِنَ المَسْجِدِ فَذَهَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَخْرُجَ مِنَ المَسْجِدِ فَذَكَّرْتُهُ، فَقَالَ: الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ. هِيَ السَّبْعُ المَثَانِي، وَالقُرْآنُ العَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Sa’id bin Mu’alla: Nabi Muhammad SAW lewat dan aku sedang mendirikan shalat. Beliau memanggilku. Aku tidak menjawabnya hingga aku menyelesaikan shalatku. Lalu aku menemui beliau SAW. Beliau bersabda, “Apa yang menghalangimu untuk menemuiku ketika aku memanggilmu?” Aku menjawab, “Aku sedang shalat.” Beliau SAW bersabda, “Bukankah Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu. (Al Anfal: 24).” Lalu beliau bersabda, “Maukah aku ajarkan surat yang paling agung dalam al-Qur’an sebelum aku keluar dari Masjid ini?” Selang beberapa saat, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam pergi untuk keluar dari Masjid. Aku mengingatkan beliau, lalu beliau bersabda, “Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin (Segala puji bagi Allah rabb semesta alam). Itu adalah termasuk Assabu’ Al Matsani (tujuh ayat yang terulang-ulang) dan Al-Qur`an yang agung yang diberikan kepadaku.” [Lihat Shahih Bukhari VI:81 no. 4703]

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ

Dari ‘Ubadah bin Shamit bahwa rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca Fatihatil Kitab (al-Fatihah)” [Shahih Bukhari I:151-152 no.756; Shahih Muslim no.394; Sunan al-Kubro an-Nasai no.982; Sunan ibnu Majah no. 837; Musnad Ahmad V:314; Sunan al-Kubra Bayhaqi no. 2363; al-Mu’jamush Shaghir Thabrani no.211; Sunan Abu Dawud no.822; Sunan at-Tarmdzi no.247; Sunan Daruquthni no. 1225; Sunan an-Nasai no.910; Musnad asy-Syafi’i hlm. 36]

Membaca surat al-Fatihah merupakan rukun keempat dalam shalat. Seseorang yang mendirikan shalat sendirian, atau berjama’ah, maka ia harus membaca surat al-Fatihah dalam setiap raka’atnya. Jika ia tidak membacanya, maka shalatnya tidak sah. Kecuali jika ma’mum terlambat dan mendapati imam telah rukuk, maka hendaklah ia rukuk mengikuti imam, maka ia dianggap telah membaca surat al-Fatihah.

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَجْرَ فَثَقُلَتْ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةُ فلما سلم قال: تقرؤون خَلْفِي؟ قُلْنَا: نَعَمْ قَالَ: فَلَا تَفْعَلُوا إِلَّا بِأُمِّ الْكِتَابِ فَإِنَّهُ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يقرأ بها

Dari Ubadah bin Shamit berkata: Kami shalat fajar (shubuh) bersama rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Beliau merasa berat untuk membaca. Maka setelah salam, beliau bertanya: “Apakah kalian membaca (al-Qur`an) di belakangku (di dalam shalat)?” Kami berkata, “Ya.” Beliau bersabda: “Janganlah kalian lakukan itu kecuali membaca Ummul Kitab (al-Fatihah). Karena sesungguhnya tidak ada shalat bagi siapa yang tidak membacanya.” [Shahih ibnu Hibban no. 1792]

عَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، صَلَّى بأصحابه، فلما قضى صلاته، أقبل علهيم بوجهه، فقال: أتقرؤون فِي صَلَاتِكُمْ خَلْفَ الْإِمَامِ، وَالْإِمَامُ يَقْرَأُ؟ فَسَكَتُوا، قَالَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَقَالَ قَائِلٌ أَوْ قَائِلُونَ: إِنَّا لَنَفْعَلُ، قَالَ: فَلَا تَفْعَلُوا، وَلْيَقْرَأْ أَحَدُكُمْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فِي نَفْسِهِ

Dari Anas (bin Malik): bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam shalat bersama para shahabat beliau. Setelah selesai shalat, beliau menghadap kepada mereka, lalu bersabda: “Apakah kalian membaca dalam shalat kalian di belakang imam, sedangkan imam tengah membaca?” Maka mereka diam. Beliau mengatakannya hingga tiga kali. Lalu ada yang berkata atau ada beberapa yang berkata, “Sesungguhnya kami melakukannya.” Rasul bersabda: “Maka janganlah kalian lakukan. Dan bacalah oleh masing-masing kalian akan Fatihatil Kitab (al-Fatihah) di dalam dirinya (membaca secara sirr)” [Shahih ibnu Hibban no.1852]

Hadits-hadits seperti ini juga diriwayatkan dalam Musnad Ahmad V:308 (dari Abu Qatadah), Shahih ibnu Khuzaymah no.1581. Hadits seperti ini merupakan dalil bahwa ma’mum tetap wajib membaca al-Fatihah setelah imam membaca al-Fatihah dalam shalat jahr (seperti shalat shubuh, maghrib, dan isya). Membaca al-Fatihah tidak gugur kecuali bagi ma’mum yang mendapati imamnya sedang ruku’. Dalam kondisi seperti itu dia dianggap telah mendapatkan satu raka’at walaupun dia belum membaca al-Fatihah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا جِئْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ وَنَحْنُ سُجُودٌ فَاسْجُدُوا، وَلَا تَعُدُّوهَا شَيْئًا، وَمَنْ أَدْرَكَ الرَّكْعَةَ، فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ

Dari Abu Hurairah berkata: Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, “Jika kalian datang kepada shalat (berjama’ah) dan kami sedang sujud, maka sujudlah, dan jangan menghitungnya sebagai suatu raka’at. Dan siapa mendapati satu raka’at (ruku’), maka telah mendapati shalat.” [Sunan Abu Dawud no.893; Sunan al-Kubra Bayhaqi no.2574; al-Mustadrak no.783 dan 1012; Sunan ad-Daruquthni no.1314; Shahih ibnu Khuzaymah no.1622]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>