Monthly Archives: March 2012

Mengetahui yang Ghaib

Sebagian orang yang kurang mengerti akan aqidah mengira bahwa tidak ada manusia yang mengetahui tentang hal-hal ghaib. Padahal telah banyak riwayat dan hikayat mengenai manusia selain Nabi yang dapat mengetahui hal-hal ghaib. Adapun mengenai para Nabi, telah kita ketahui bersama bahwa para Nabi dapat mengetahui hal-hal ghaib. Dan kisah yang sangat terkenal dalam al-Qur`an adalah kisah pertemuan antara Nabi Musa dengan Nabi Khidhir ‘alayhimas salam. Maka sungguh tidak layak menyebut dirinya sebagai muwahidun dan pengikut salafush shalih jika mengingkari hal ini.

Read more »

Sifat Nuzul

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، وَأَبِي عَبْدِ اللَّهِ الأَغَرِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ “

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari Ibnu Syihab, dari Abu Salamah dan Abu ‘Abdullah Al Aghor, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Rabb kita Tabaaraka wa Ta’ala kita turun di setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: “Siapa yang berdo’a kepadaKu pasti Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu pasti Aku penuhi dan siapa yang memohon ampun kepadaKu pasti Aku ampuni.” [Shahih Bukhari no. 1077]

قَوْلُهُ يَنْزِلُ رَبُّنَا إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا اسْتَدَلَّ بِهِ مَنْ أَثْبَتَ الْجِهَةَ وَقَالَ هِيَ جِهَة الْعُلُوّ وَأنكر ذَلِك الْجُمْهُور لِأَنَّ الْقَوْلَ بِذَلِكَ يُفْضِي إِلَى التَّحَيُّزِ تَعَالَى اللَّهُ عَنْ ذَلِكَ

Sabdanya “Rabb kita turun ke langit dunia” digunakan sebagai dalil oleh siapa-siapa yang menetapkan adanya al-jihah, yaitu arah (bagi Allah). Dan mereka berkata bahwa arah bagi Allah itu adalah arah atas. Dan Jumhur mengingkari yang demikian itu karena perkataan atau pendapat yang demikian itu mengharuskan akan ruang tertentu terhadap Allah Ta’ala. [Perhatikan ini, ‘Jumhur mengingkari yang demikian’. Artinya Jumhur Ulama mengingkari al-jihah bagi Allah. Al-Jihah bukanlah pendapat Jumhur ulama.]

Read more »

Karena Indonesia Lebih Asik Tanpa JIL

Meski mengakui dirinya masih ‘begajulan’, Fauzi memiliki komitmen yang kuat dalam membela Islam dan melawan pemikiran liberal, terutama melalui aktivitasnya di Twitter. Kontribusi dan semangatnya luar biasa, dan kerendah-hatiannya pun perlu dicontoh oleh semua orang. Read more »