Monthly Archives: July 2011

Khuthbah Nabi SAW di Akhir Sya’ban

Semalam Habibana Munzir menyampaikan khutbah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di hari terakhir bulan Sya’ban untuk menyambut Ramadhan. Hadits ini riwayatnya lemah namun teriwayatkan lebih dari 25 riwayat, dan pada makna-makna kalimatnya didukung oleh hadits-hadits shahih. Maka pada hakikatnya meskipun hadits ini riwayatnya lemah namun merupakan perpaduan hadits-hadits shahih yang terpecah. Maka berikut ini khutbah beliau di akhir bulan Sya’ban seraya menyambut bulan Ramadhan :

Read more »

Syafaatku bagi yang Mengucap Laa Ilaaha Illallah

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw :
Sungguh telah kukira wahai Abu Hurairah (ra) bahwa tiada yang menanyakanku mengenai hadits ini yang pertama darimu, dari apa-apa yang kulihat atas penjagaanmu pada hadits ini, yang paling bahagia dengan syafaatku dihari kiamat adalah yang mengucap Laa ilaaha illallah (Tiada Tuhan Selain Allah) ikhlas dari hatinya dan dirinya” (Shahih Bukhari no.97)

Read more »

Kebaikan Di Hari Kiamat Bagi Para Penyeru Adzan

أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

(صحيح البخاري)

Berkata Abu Sa’id Alkhudriy ra : “sungguh aku melihatmu (wahai Ayah dari Abu sha’sha;ah) suka menggembala kambing dan melewati gurun pedalaman, maka jika engkau sedang bersama gembalaanmu atau dipedalamanmu, maka (masuk waktu shalat) engkau adzan untuk shalat, keraskanlah suaramu dalam seruanmu, maka sungguh tiadalah yg mendengar suaramu ketika adzanmu dari jin, manusia dan segala sesuatu, kecuali akan bersaksi untuk penyeru (orang yg adzan itu) itu dg kebaikan di hari kiamat”, berkata Abu Sa’id al-Khudriy kudengar ini dari Rasulullah saw. (Shahih Bukhari no.574)

Read more »

SB Tayammum (323), Shalat (419)

HR.bukhari || No : 323

Read more »

Mengirim Hadiah Pahala bagi Mayyit menurut ibnu Taymiyyah

Syaikh ibnu Taymiyyah pernah ditanya tentang ayat dan hadits yang dijadikan dalil oleh sebagian orang untuk menyatakan bahwa hadiah pahala bagi mayyit itu tidak sampai. Ayat dan hadits tersebut adalah:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” [qs. an-najm: 39]

Read more »

Sarung MR

Ramadhan hampir tiba. Jiwa-jiwa yang merindukannya telah bersiap menyambutnya dengan gembira. Segala perlengkapan ibadah pun dipersiapkan. Termasuk sarung untuk shalat berjama’ah.

Read more »

SB Wudhu (233), SB Shalat (490), SB Jihad dan Penjelajahan (2717)

HR.Bukhari || No : 233

Read more »

SB Wudhu (231-232)

HR.Bukhari || No : 231

Read more »

Shalat Qabliyah dan Ba’diyah Jum’at

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ، عَنْ نَافِعٍ، قَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ يُطِيلُ الصَّلَاةَ قَبْلَ الْجُمُعَةِ، وَيُصَلِّي بَعْدَهَا رَكْعَتَيْنِ فِي بَيْتِهِ، وَيُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ

Menceritakan kepada kami Musaddad (bin Musarhad), menceritakan kepada kami Isma’il (ibnu Ibrahim), mengabarkan kepada kami Ayyub, dari Nafi’, berkata: Senantiasa ibnu Umar memanjangkan sholat sebelum sholat Jum’at, dan sholat setelahnya dua raka’at di rumahnya. Dan dia menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam senantiasa mengerjakan demikian. [Sunan Abi Dawud no. 1128, Shahih ibnu Hibban no. 2476, Sunan al-Kubra al-Bayhaqi no.5943]

Read more »

Dha’if + Dha’if = Maudhu’

Ada-ada saja tingkah wahhabiyyun muta-akhirin yang kian jauh dari tuntunan Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Demi membela hawa nafsunya yang membenci pemulyaan terhadap Nishfu Sya’ban mereka berusaha untuk mengingkari hadits-hadits Rasul.

Read more »