Rububiyyah dan Uluhiyyah

Rabb adalah sesuatu yang menciptakan, mengatur, melindungi, memberi rizqi, menguasai, memelihara, dsb. Sifat-sifat seperti ini disebut juga rububiyyah.

Sedangkan Ilah adalah sesuatu yang disembah, diseru dalam doa, ditaati, dipatuhi, dsb. Sifat-sifat seperti ini disebut uluhiyyah.

Rububiyyah dan uluhiyyah tak dapat dipisahkan. Ketika sesuatu itu disembah, dijadikan ilah, dilekatkan padanya sifat uluhiyyah, maka pada saat yang sama, sesuatu itu dilekatkan pula sifat rububiyyah.

Misalnya seseorang datang kepada dukun, minta petunjuk untuk kesembuhan atau kelapangan rizqi. Lalu ia mengikuti petunjuk sang dukun dan melaksanakan perintahnya dengan keyaqinan bahwa sang dukun dan aturan sang dukun itu dapat mendatangkan apa yang dibutuhkannya. Padahal apa yang diajarkan sang dukun bukanlah apa yang dibolehkan syari’at. Maka orang itu telah menjadikan dukun sebagai ilah (yang diikuti aturannya disertai iman) dan rabb (yang diyaqini dapat mendatangkan segala kebutuhan).

Misal lainnya, kaum kafir Quraisy meyaqini bahwa berhala mereka dapat memberi mereka rizqi dan perlindungan, lalu mereka menyembahnya. Maka sebenarnya mereka mengakui berhala mereka sebagai rabb dan ilah. Bahkan jika Muslimin menghina berhala mereka, maka mereka akan membalas dengan menghina Allah. Artinya mereka lebih mencintai berhala mereka. Mereka tidak hanya menyekutukan Allah dalam uluhiyyah, tetapi juga dalam rububiyyah. Bahkan mereka berani menghina Allah, karena dalam pemikiran mereka, berhala-berhala mereka lebih kuat dari Allah sehingga dapat melindungi mereka dari Allah.

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.  (QS. Al-An’am: 108)

Mereka juga meyaqini bahwa berhala itu dapat memberi petunjuk sebagaimana disinggung dalam Al-A’raaf ayat 193:

“Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri.”

Terkadang mereka mengundi dengan anak panah di depan berhala mereka dengan keyaqinan bahwa berhala mereka akan memberi mereka petunjuk dengan cara seperti itu.

Mereka juga meyaqini bahwa berhala itu dapat memberi rizqi sebagaimana disinggung dalam Al-’Ankabut ayat 17 dimana Allah membantah keyaqinan mereka itu:

“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.”

أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِالكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي وَمُؤْمِنٌ بِالكَوْكَبِ

Di pagi ini ada hamba-hamba Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Orang yang berkata, ‘Hujan turun kepada kita karena karunia Allah dan rahmat-Nya’, maka dia adalah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang. Adapun yang berkata, ‘(Hujan turun disebabkan) bintang ini atau itu’, maka dia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang’ [HQR. Bukhari dari Zaid bin Khalid al-Juhani]

Maka jelaslah bahwa uluhiyyah tak dapat dipisahkan dari rububiyyah, dan rububiyyah tak dapat dipisahkan dari uluhiyyah. Seseorang itu meminta kesembuhan dari berhala disebabkan ia yaqin bahwa berhala itu dapat memberikan kesembuhan. Artinya, seseorang itu menjadikan berhala sebagai ilah karena mereka yaqin bahwa berhala itu mempunyai sifat rububiyyah.

Hindu

Dalam salah satu kepercayaan Hindu, rabb dan ilah itu ada 3, Brahman, Vishnu, dan Shiva. Brahman adalah pencipta, Wishnu adalah pemelihara, sedangkan Shiwa adalah penghancur. Masing-masing ummat Hindu ada yang menyembah Brahman, ada yang menyembah Vishnu, ada pula yang menyembah Shiva. Mereka tak mengakui rububiyah dan uluhiyyah Allah. Maka orang-orang yang berfikir bahwa semua orang-orang non-Muslim, termasuk orang Hindu, mengakui rububiyyah Allah itu adalah keliru.

Buddha

Page 1 of 6 | Next page