Cita-Cita PKS Berakhir di Ritz Carlton

Segala cita-cita PKS berakhir di Hotel The Ritz Calrton. Partai PKS tidak lagi menjadi partai dakwah, yang memiliki jargon ‘bersih, peduli, dan profesional’, dan kemudian menjadi partai ‘terbuka’, yang dioreintasikan bagi semua golongan.

Di tempat yang sangat ekslusif, dan hanya dapat dikunjungi oleh kalangan terbatas, The Ritz Carlton itu, teka-teki tentang kepemimpinan, sasaran, arah, kebijakan, langkah masa depan yang akan dituju Partai PKS, semuanya menjadi ‘clear’. Semuanya sudah terekpresikan dalam Munas II itu.

Dari kepemimpinan tidak ada perubahan tetap wajah-wajah lama, termasuk Ketua Majelis Syuro, yaitu tetap Hilmi Aminuddin. Sasaran yang ingin diraih PKS menjadi partai tiga besar di pemilu 2014. Arah yang dituju PKS menjadi partai terbuka, inklusif, dan mewadahi semuanya golongan dan agama di Indonesia. Tidak eksklusif. Artinya PKS akan menjadi wadah semua golongan dan agama, melepaskan diri dari jati dirinyas sebagai partai dakwah, yang membawa cita-cita dan prinsip-prinsip yang ingin menegakkan Islam. Adapun kebijakan PKS tetap menjadi ‘backbone’ (tulang punggung) pemerintahan SBY, dan sekarang mengarah lebih dekat dengan AS. Itulah kesimpulan Munas II PKS, yang baru usai.

PKS yang baru saja selesai melaksanakan Munas II, di Hotel The Ritz Carlton dengan biaya Rp 10 miliar, di mana sebelumnya mengadakan telah melangsungkan musyawarah Majelis Syura, yang berlangsung di medio Mei, di hotel mewah JW Marriott, Kuningan. Pertemuan di JW.Marriot menandai berakhirnya anggota Majelis Syuro, periode 2005-2010, dan sekaligus melantik anggaota Majelis Syuro yang baru, periode 2010-2015.

Dengan disyahkannya anggota Majelis Syuro yang baru itu, selanjutnya dilangsungkan pemilihan Ketua Majelis Syuro, dan pengukuhan presiden partai, pengukuhan ketua MPP (Majelis Pertimbangan Partai), pengukuhan ketua DSP (Dewan Syariah Pusat), dan pengukuhan Ketua Majelis Syuro, Hilmi Aminuddin. Semunya hanya tinggal ‘ketok palu’. Berjalan dengan lancar, dan tidak ada ‘dissent’ (perbedaan), setuju secara aklamasi.

Barangkali inilah sebuah pesta politik luar biasa bagi sebuah partai politik Islam yang selama ini mengusung nilai-nilai da’wah berupa kejujuran, kesederhanaan dan kebersahajaan. Hanya dalam waktu sepuluh tahun, PKS yang awal berdirinya menggunakan prinsip “al-hizbu huwal jama’ah, wal jama’ah hiyal hizb” (partai adalah jama’ah, dan jama’ah adalah partai), di mana PKS yang hakikatnya representasi Jamaah Ikhwan itu, kini telah mengambil jalan baru, yang ingin dicitrakan lebih inklusif, dan tidak eksklusif, kemudian memilih sebagai partai : terbuka.

Ketua Dewan Syuro Hilmi Aminuddin, menegaskan, inklusifitas yang dibangun PKS saat ini sebagai bagian dari konsekuensi pelaksanaan ajaran Islam. Ajaran Islam, kata Hilmi, harus menerima pluralitas sebagai kesadaran positif mendorong dinamika kehidupan. “Inklusif ini bukan taktik atau strategi, tapi pelaksanaan ajaran Islam yagn hakiki”, tegasnya. Hilmi Aminuddin, menambahkan, bahwa cita-cita untuk menjadikan PKS sebagai partai terbuka, sejatinya sudah sejak Munas di Bali tahun 2008.

Pernyataan yang lebih ambisius, secara ekplisit disampaikan oleh Sekjen PKS Anis Matta, yang menyatakan, “Kami harus mengadakan lompatan besar untuk masuk menjadi tiga besar pada pemilu 2014”, ujar Anis Matta. “Parpol Islam harus tidak lagi menampilkan citra yang kaku, eksklusif dan ideologis, melainkan justru tampil segar, ringan, pluralis”, tegasnya.

“Isu ‘Negara Islam’ dan ‘Piagam Jakarta’ tak mampu menguatkan identifikasi pemilih muslim kepada parpol Islam. Perubahan substansial harus dilakukan parpol Islam”, tambah Fahri Hamzah, Wakil Sekjen PKS.

PKS memang bertekad melakukan perubahan mendasar dalam gerakan politiknya ke depan, dengan mulai membuka diri sebagai partai politik yang lebih terbuka dari berbagai kalangan. Hal itu terlihat dari sikap PKS yang ingin merangkul non-muslim, bukan saja sebagai anggota partai atau anggota legislatif, tetapi juga pengurus partai dari DPC hingga DPP. Ini terkait dengan langkah kebijakan yang menginginkan PKS menjadi partai tiga besar.

(Mohammad Fatih / Era Muslim)

Siap-siap saja, akan lebih banyak lagi kader PKS yang akan meninggalkan PKS seperti halnya saya.

13 Responses to Cita-Cita PKS Berakhir di Ritz Carlton

  1. Subhanallah……………..
    Apapun yang terjadi disekitar kita Al – Qur’an dan Al – Hadits harus tetap dipegang tuguh. Semoga Allah menyelamatkan kita, amien…….

    • mamo cemani gombong

      asal dalam memahaminya yang benar ……bukan memahaminya lewat baca buku sendiri ,tanpa guru lagi ….gurunya setan…….nauzubillah

  2. yiaha ha ha ha…..! Kelihatannya PKS akan gembos dengan sendirinya. Dan Wahabiwahabi yang bercokol di PKS akan semakin terpuruk tak mencapai cita-citanya menghapus tahlilan, mauludan dan yasinan…. Alahamdulillah, amin….

  3. Baru sadar sekarang yaaaa….. Kalau PKS itu hanya memanfaatkan kebodohan orang Islam demi kedudukan???? Telat mas. Duitmu sudah dikumpulin banyak-banyak, baru mereka menunjukkan jati dirinya. Yaaa…. sekarang nikmati saja.

  4. Pantesan waktu PKS baru berdiri ada sejumlah kader PK yang menolak untuk bergabung.

  5. Masya Allah, akhirnya runtuh juga cita-cita mulia hanya karena godaan kedudukan menjadi TIGA BESAR, Aku juga bersiap diri meninggalkan PKS ku yang telah Metamorphosis.

  6. podoai akhire ra nek bedane

  7. mamo cemani gombong

    yaaaah itulah politik teman2 filosofinya kan jelas dari jaman dulu ” NGGA ADA MUSUH YANG ABADI NGGA ADA TEMAN SEJATI YANG ADA ADALAH KEPENTINGAN PRIBADI ” saling sikut , saling adu kelicikan …….kan udah banyak makan korban dari ulama yang dimanfaatin politik …..masyaAlloh ….

  8. TheSalt Asin

    Tuanku PKS – Organisai yang LICIKnya kaga ketara ( sangat-sangat halus anda membuat kelicikan )- terasanya ketika masing-masing udah dapet jabatan.

    Masya Allah itu politik anda- pantes ya… mayoritas Umat Islam mencela sepak terjang – Islam Wahabi.

    Politik anda Demi kekuasaan , Aqidah jadi Batu Loncatan. Andai saja anda melihat saya….anda akan teringat –anda dan saya merintis PKS dari NOL dan dari awal-Kebon Pedes….yah …sejarah.. yang suram.

  9. Saya kira PKS itu bukan sekadar Partai tetapi lebih dekat / masuk dalam kategori ideologi atau bisa disubut ideologi partai (agama partai) bahwa PKS bukan sekedar lambang parati tetapi sdah masuhk dalam hal esensi bagi mereka lihat aja kalo gak percaya…mereka berjuang demi partai

  10. saya sangat kecewa sekali atas keputusan ini saya yg sudah bergabung dgn pks dari tahun 2004.sangat kecewa atas tkeputusan pks.dimana jati diri dan cita2 say bersiap meninggalkan pks saya sangat kecewa.kecewa sekali

  11. berita baru : “PKS Bidik Desy Ratnasari Buat Pilkada Sukabumi, Syahrini Cadangan”

    wkwkwkwk,kelihatannya ini partai menggebu-gebu sekali

  12. PKS = partai kemaruk sekali ………..qiqiqiqiqiqi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>